Seperti yang dilakukan BKM Harapan Kita, Desa Maja, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Desa Maja memiliki permasalahan yang cukup pelik terkait dengan banyaknya perempuan yang menjadi orangtua tunggal dan menanggung 3 – 5 orang anak usia sekolah per orangnya. Dalam kata lain, para ibu tunggal ini menjadi tulang punggung keluarga.
Untuk itu, Koordinator BKM Harapan Kita Rohendi dan anggota lain menyatukan komitmen, mengemban amanah yang diberikan warganya untuk berupaya memberdayakan masyarakat, terutama ibu-ibu tunggal agar menjadi lebih produktif dan memiliki usaha. Diharapkan, masing-masing ibu tunggal mampu mendapatkan penghasilan dari usaha produktif tersebut.
Komitmen tersebut diwujudkan dengan melakukan inisiasi kerja sama (channeling) pada awal Maret 2010 dengan mengekspose peran P2KP dalam penanggulangan kemiskinan ke personel PKPU Jakarta. Selanjutnya akhir Maret 2010, Korkot P2KP Advanced Lebak mengajak PKPU bersama-sama melakukan kunjungan ke BKM Harapan Kita Desa Maja.
Dalam kunjungan tersebut Tim PKPU memaparkan beberapa program yang sedang dan telah dilakukan, serta mencoba menggali informasi tentang profil BKM, profil desa serta potensi dan masalah yang dihadapi. Hasil dari kunjungan tersebut adalah peluang Program Ibu Tangguh—pemberdayaan ekonomi bagi ibu tunggal miskin; dan pengembangan produk unggulan desa: Satu Desa Satu Produk Unggulan.
Pada 26-27 Mei 2010, Tim PKPU bersama perwakilan donatur dari Bank Mandiri mengunjungi BKM Maja dan calon penerima manfaat di Desa Maja. Tim CSR Bank Mandiri sangat puas dengan persiapan program, serta meminta PKPU dan BKM merancang Gapura program kemitraan juga persiapan sarana pertemuan untuk pembinaan ibu tunggal miskin di Desa Maja, sekaligus persiapan “Launching Program Seribu”.
TOT Fasilitator Pendamping dan Launching Program Ibu Tangguh
Selanjutnya dilaksanakan TOT Fasilitator Pendamping Program Seribu selama 3 hari di Gedung PKPU, Jakarta pada Juni 2010, yang diikuti oleh 30 peserta perwakilan seluruh Indonesia. Duta Kabupaten Lebak yang mengikuti TOT tersebut ada empat orang, seorang dari UPK BKM Harapan Kita Desa Maja, seorang dari Kader BKM Citra Jaya, Desa Citeras, dan dua orang Faskel MK PNPM Mandiri Perkotaan.Acara diawali dengan Pagelaran Kesenian Islami Marawis, sebagai ucapan selamat datang bagi para tamu. Vice President PT. Bank Mandiri, Tbk DKI Jakarta dan Banten Deny Juhana mengatakan, peresmian Program Ibu Tangguh dipusatkan di Desa Maja sebagai wujud pemberdayaan ekonomi bagi ibu tunggal miskin—yang disebut dengan ibu tangguh. Besaran dana program adalah Rp20 juta untuk digulirkan kepada Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang beranggotakan ibu tunggal, binaan BKM Harapan Kita Desa Maja.
Dilanjutkan dengan sambutan dari Direktur PKPU Agung, yang memaparkan pentingnya mensyukuri segala nikmat yang Allah SWT berikan. “Semoga program ibu tangguh, yang merupakan kolaborasi kemitraan antara Bank Mandiri, PKPU dengan BKM Harapan Kita Desa Maja dapat terus ditingkatkan dan diperluas dengan kerjasama lain, seperti produk unggulan pertanian,” kata Agung.
Sekilas Desa Maja
Secara geografis, Desa Maja adalah bagian dari Kecamatan Maja dan berada di sisi jalur jalan Rangkasbitung – Maja, sekitar 21 kilometer dari pusat kabupaten Lebak (Rangkasbitung). Lokasi ini bisa dilalui kendaraan pribadi menuju Kabupaten Lebak, atau dengan kendaraan umum jurusan Rangkasbitung – Maja dengan ongkos angkut sekitar Rp6.000 (siang hari). Jarak Desa Maja dari ibukota Kecamatan Maja adalah 100 meter; sedangkan jarak desa terdekat adalah 1 kilometer. Waktu tempuh ke ibukota Kecamatan Maja sekitar 5 menit; ke ibukota Kabupaten Lebak mencapai 30 menit; Waktu tempuh ke desa terdekat adalah sekitar 10 menit, begitu pula waktu tempuh ke pusat fasilitas terdekat, yaitu sekitar 10 menit. Sedangkan jarak kantor Kepala Desa Maja ke Kantor Camat Maja adalah 100 meter.
Desa Maja memiliki luas wilayah 463 hektare, terdiri atas delapan RW dan 40 RT. Wilayah utara berbatasan dengan Desa Mekarbaru, Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang; Selatan, berbatasan dengan Desa Cipining, Kecamatan Curugbitung; Timur, berbatasan dengan Desa Sangiang; dan barat, berbatasan dengan Desa Sukaraja, Kecamatan Maja.
Penduduk Desa Maja umumnya menekuni pertanian, perkebunan dan perdagangan sebagai mata pencaharian utama.
Perlu diketahui, BKM Harapan Kita, Desa Maja sudah tidak lagi didampingi oleh P2KP. Namun, berkat komitmen dan keaktifan para anggota BKM, kelembagaan ini mampu mengakses CSR Mandiri. (Jaelani, TA CB OC-3 Provinsi Banten PNPM Mandiri Perkotaan; Firstavina)